pramukanet

Menjaga dan Mempertahankan Perdamaian di Setiap Jengkal Tanah Nusantaraheader image


cari keperluan kamu di sini

Memuat...

Jumat, 08 Juni 2012

Psikologi Perkenbangan Bab II

BAB 2
PERIODE PRENATAL DAN TAHUN PERTAMA

2.1.            Perkembangan Embrio dan Fetus
Secara biologis hidup dimulai pada waktu konsepsi atau pembuahan, tetapi mungkin masih merupakan tanda Tanya apakah perkembangan psikologis juga dimulai pada saat itu. Pendapat aliran “homunculus” dalam abad pertengahan mengatakan bahwa perkembangan psikologis sudah dimulai pada waktu konsepsi. Menurut pendapat homunculus maka pada waktu konsepsi semua telah ada pada bentuk yang teramat kecil hingga seakan-akan hanya dapat dilihat melalui suatu mikroskop.
Perkembangan biologis pada manusia dimulai pada saat konsepsi atau pembuahan, yaitu pada pembuahan telur oleh spermatosoma. Bila spermatozoa laki-laki memasuki dinding telur (ovum) wanita, terjadilah konsepsi

2.2.            Pengaruh pre-natal pada tingkah laku seudah dilahirkan
Fase pre-natal dibedakan menjadi tiga fase:
a.         Fase germinal: waktu 2 minggu pertama
b.         Fase embrional: waktu 6-8 minggu berikutnya
c.         Fase fetal: mulai minggu ke-8 sampai saat dilahirkan
Untuk mudahnya pengaruh pra-natal tersebut dibedakan antara
a.         Pengaruh lingkungan (factor ekstern, ketegangan, kebiasaan subjektif, ketegangan emosi,takhayul)
b.         Sikap ibu

2.2.1.      Penyimpangan Genetis
Penyimpangan kromosom yang terkenal adalah yang disebut down syndrome. Pada penyimpangan ini maka ada kelainan pada kromosom 21 yang ada 3 sedangkan seharusnya ada 2. Anak dengan down syndrome mempunyai ekspresi muka yang khas dan mengalami keterbelakangan dalam perkembangan

2.2.2.      Penyimpangan perkembangan sebelum dilahirkan
Joffe membuktikan bahwa sinar rontagen mempengaruhi tingkah laku post-natal dalam bidang: tingkah laku motorik, gerak bebas, pembuangan, aktivitas, bel;ajar diskriminatif dan tingkah laku persetubuhan. Penelitian mengenai akibat penyinaran membuktikan akan adanya hubungan antara umur kehamilan dan banyak sedikitnya penyinaran pada satu fuhak dengan besar kecilnya akibat yang ditimbulkan.berhubung penelitian ini dilakukan pada hewan, maka perlu berhati-hati dlm menarik kesimpulan dgn tingkah laku/keadaan manusia.

2.2.3.      Ketegangan Emosional
Beberapa studi kasus dalam penelitian Fels(yellow Springs,Ohio) yang telah mengadakan penelitian sejak tahun 1929 membuktikan bahwa para wanita dengan susunan syaraf otonom yang labil mempunyai fetus yang paling aktif.

2.2.4.      Takhayul dan Kenyataan di Indonesia
Di Indonesia banyak dipermasalahkan mengenai pengaruh tingkah laku orang tua terhadap keadaan bayi yang dilahrkan.hal-hal ini semua belum merupakan hasil pembuktian ilmiah, dari itu termasuk limgkup takhayul. Satu hal yang perlu mendapat keterangan secara ilmiah adalah kenyataan bahwa seorang ibu hamil menginginkan sesuatu(biasanya makanan=ngidam).

2.3              Sikap Ibu
Beberapa penelitian Geissler (1965) di jerman timur dan sears et al (1957) di Amerika menunjukkan bahwa lebih dari 90% jumlah ibu yang semula bersikap menolak, berubah mempunyai sikap yang positif terhadap anak sesudah dilahirkan. Geissler dalam penelitian longitudinal menunjukkan adanya kesayangan dalam sikap ibu terhadap anak, yang belum dilahirkan, yaitu dari sikap positif ke sikap negative, dan dari sikap negatife ke sikap positif dan bahwa sikap yang berubah-ubah itu akhirnya menjadi positif, yaitu sikap menerima terhadap anak yang dilahirkan.

2.4              Penelitian Pra-Natal
Dalam tahun 1971 telah didirikan “Internationale Studiengemeinschaft fur Pra-natale Psychologie” (ISPP) di Wina. Kongres pertama diadakan pada tahun 1972 dan dalam bulan maret 1978 diadakan kongres yang kelima di Salzburg dengan tema “Geburt-Eintritt in eine neue Welt”
Suatu tinjauan yang cukup baik mengenai perilaku oranatal dilakukan oleh Smotherman & Robinson (1988). Mereka mengemukakan bahwa penelitian prenatal pada umumnya dibagi menjadi beberapa disiplin ilmu, yaitu psikologi perkembangan, kedokteran anak, ginekologi, embriologi perilaku, neurobiology, serta psikobiologi.

Poskan Komentar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tolong berikan komentar Anda !

Share it